Doa

Adab Berdoa

 

Dalam memohon dan berdoa kepada Alloh swt, supaya dikabulkan hendaknya disertai dengan adab,antara lain :

–          Makanan dan minuman berasal dari sumber yang dihalalkan. Alloh tidak akan mengabulkan doa orang yang makan dari sumber yang haram. Sabda Nabi Muhammad saw. “…makanannya dari sumber yang haram, minumannya dari sumber yang haram dan dia dibesarkan dari sumber perolehan yang haram, maka bagaimana memakbulkan permintaannya.” (HR Muslim)

–          Berdoa ikhlas kepada Alloh swt

–          Didahului dengan pujian kepada Alloh swt dan diikuti dengan shalawat kepada Nabi Muhammad saw sekurang-kurangnya Alhamdulillah dan Washshalaatu wassalaamu’alaa rasulillah

–          Menutup dengan pujian kepada Alloh dan shalawat kepada Nabi Muhammad

–          Yakin bahwa doa yang kita panjatkan akan dikabulkan

–          Berdoa dengan sungguh-sungguh , tenang, dan senang

–          Berdoa dengan khusyu’, tadharru(rendah diri) dan disertai perasaan rahbah(cemas) dan raghbah(penuh harap)

–          Tidak meminta kecuali hanya kepada Alloh semata

–          Berdoa dengan penuh pengharapan dan mengangkat kedua tangan

–          Berdoa dengan sabar mengharap dikabulkan oleh Alloh, tidak terburu-buru

–          Berdoa kapan dan dimana saja, dalam keadaan senang atau susah sebagaimana yang disebutkan dalam firman Alloh swt dalam surat Al-Anbiya ayat 60 yang artinya : “Dan apabila kamu terkena bahaya di laut, (pada saat itu) hilang lenyaplah (dari ingatan kamu) makhluk-makhluk yang kamu seru selain dari Alloh; maka apabila Alloh selamatkan kamu ke darat, kamu berpaling (tidak mengingat-Nya); dan memang manusia itu senantiasa kufur (akan nikmat-nikmat Alloh)”

–          Tidak berdoa untuk mencelakai dan memutuskan silaturrahim

–          Merendahkan suara, Alloh berfirman dalam surat Al-Araf ayat 205 yang artinya : “Dan sebutlah serta ingatlah akan Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri serta dengan perasaan takut (melanggar perintah-Nya), dan dengan tidak pula menyaringkan suara, pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau menjadi orang-orang yang lalai”

–          Mengulang setiap doa sebagaimana Nabi Muhammad saw

–          Berdoa menghadap ke arah kiblat

–          Berdoa dalam keadaan suci, setelah berwudhu

–          Mengakui dosa yang telah diperbuat, menyesalinya bertaubat serta beristighfar kepada Alloh

–          Menggunakan ayat yang ringkas tapi padat makna (al-jami’)

–          Menyeru Alloh swt dengan nama-nama –Nya yang mulai yaitu Asmaul Khusna. Firman Alloh swt , dalam surat Al-Araf ayat 180.

“Hanya milik Alloh asmaul khusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul khusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam(menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

–       Melakukan al-amru bil ma’ruf wan nahyu ‘amil munkar sebagai mana sabda Nabi Muhammad saw : “Demi Alloh yang jiwaku berada dalam tangan-Nya, hendaklah kalian menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari perkara yang munkar. Jika kalian tidak melakukannya, Alloh akan menurunkan siksa kepada kalian dan apabila kalian berdoa kepada-Nya, niscaya tidak dikabulkan.” (HR At-Tirmizi)

–       Berdoa untuk diri sendiri sebelum berdoa untuk orang lain

–       Menyapu muka dengan tangan setelah selesai berdoa

–       Meng-amin-kan doa yang dibaca

 

 

(sumber : buku doa para nabi dan rasul; nurul huda)

 

v     Doa ketika ditimpa musibah ( Surat Al-Baqarah ayat 156 )

Orang – orang yang sabar senantiasa berdoa dengan doa di atas bila mendapat ujian atas keimanan mereka. Mereka tetap teguh dan yakin dengan ketetapan Alloh.

Ayat di atas dibaca ketika mendengar berita kematian, sakit atau ketika malang ditimpa musibah.

v     Doa untuk mendapatkan kembali barang hilang ( Surat Al-Imran ayat 9 )

Ulama mengatakan bahwa membaca ayat ini, jika kita kehilangan barang, insya Alloh akan dikembalikan kepada kita. Selain itu dengan membaca ayat ini, Alloh akan senantiasa memberikan limpahan rahmat dan hidayah – Nya kepada kita.

One thought on “Doa”

  1. Jumuwah Pon, 7 Sapar 1917 Jimawal
    Kurup Asapon (1936 – 2052 M)
    Windu Sengara
    Lambang Windu Langkir
    Tahun Jimawal
    Lambang Tahun
    Respati Mintuna (Mimi)
    Kumarané rupa Mina Cingcinggoling

    Paarasan
    Lakuning Lintang
    Pancasuda
    Lebu Katiyub Angin
    Kamarokam
    Macan Ketawang
    Watak Sasi
    Sasi Rahayu
    Watak Dina
    Dina Rahayu (Sumengkaning Sapi Gumarang)
    Mangsa
    Kalima (V, Manggala)
    13 Oktober – 8 November
    Wuku Dhukut
    Lintang Asma
    Padangon Kèrangan
    Padéwan Brama
    Dina Sukra (Jumat)
    Paringkelan Paningron
    Pasaran Pon
    Lambang Dina Tikus

    Minta tolong terangkan maksud hari lahir saya ni..saya tak paham bahasa jawa.terima kasih;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

*Hidup harus dijalani dengan ikhlas*

%d blogger menyukai ini: